Sebuah Kisah, Sebuah Pengalaman
Kisah ini berawal ketika masa SMA-ku usai. Disaat waktu kosong begitu lama, dan pikiran dipenuhi kata khawatir akan hasil SBMPTN. Sebuah hobi tak akan bisa membuatku bertahan berbulan-bulan tanpa selingan lain. Aku pikir kepenatanku bisa kuhilangkan dengan bekerja. Sampai pada akhirnya aku bekerja di sebuah toko baju tak jauh dari rumah. Jujur saja aku takut, hal ini adalah yang pertama dalam hidupku. Bagaimana tidak, kalau hanya bertemu orang-orang baru bukan masalah buatku; masalahnya aku bekerja untuk orang lain, tapi everything will be alright, aku selalu percaya bahwa aku bisa melakukannya. (hanya karena kata percaya aku bisa berperang)
Banyak hal yang terjadi selama aku mencari uang. Berbagai karakter orang aku temui di sana. Mulai dari yang ramah seramah pelayannya, cerewet, galak, sok tahu, lucu, cuek, pengertian, hmm banyak deh. Dan yang paling penting kosa kata bahasa jawa krama-ku semakin banyak. Saking banyaknya ayah ibuku sampai bilang "makin lancar krama-mu cie, gitu makin kelihatan kalem". Duh aku jadi baper kalau ingat kata mereka.
![]() |
Hanya foto blur yang kumiliki. Maklum fokus kerja |
Dari kisahku ini aku mengerti akan kerasnya kehidupan. Wajibnya berusaha, dan harusnya melawan ketakutan. Orang yang takut mendaki gunung mustahil ia bisa melihat keindahan alam Tuhan. Orang yang takut mencoba, mustahil ia bisa mencapai ridho kehidupan dari Tuhan. . Sebuah Kisah akan terlukis karena Sebuah Pengalaman. .
An Nur Fashion
Kediri, 8 Juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar